Ngeblog = Amal Terbaik?

19 January 2006

Hari ini bacaanku pada buku Sabar Perisai Seorang Mukmin karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah sampai pada paragraph berikut:

Disini, ada permasalahan yang harus disikapi dengan bijak, bahwa terkadang salah satu dari amal perbuatan itu lebih baik daripada amal perbuatan yang lain. Orang kaya yang kekayaannya melimpah ruah, jika jiwanya tidak mengizinkannya bersedekah dengan sebagian hartanya untuk orang lain, maka sedekah orang tersebut, dan itsarnya adalah lebih baik baginya daripada qiyamu lail dan puasa sunnah. Seorang pemberani lagi gagah perkasa yang keberaniannya ditakuti lawan, keberadaannya di barisan pasukan terdepan satu jam saja, dan jihadnya melawan musuh-musuh Allah adalah lebih baik baginya daripada haji, puasa, dan sedekah. Ulama yang mengetahui Sunnah, halal, haram dan jalan-jalan yang baik dan yang buruk, maka interaksinya dengan manusia, pengajarannya kepada mereka, nasihatnya tentang agama kepada mereka adalah lebih baik baginya daripada ia mengisolir diri, mengisi waktunya dengan sholat, membaca Al-Qur’an dan tasbih. Pemimpin yang ditugaskan Allah untuk memimpin hamba-hamba-Nya, duduknya ia untuk memikirkan negara, menolong orang yang tertindas dari orang yang menindasnya, menegakkan supremasi hukum, membela kebenaran dan menumpas kebatilan adalah lebih baik baginya daripada ibadah bertahun-tahun oleh orang lain. Orang yang syahwatnya besar terhadap wanita, puasa baginya adalah lebih bermanfaat baginya daripada dzikir dan sedekah oleh orang lain.

Paragraph diatas terdapat dalam Bab Kedua Puluh: Perbedaan Pendapat Manusia Tentang Mana yang Lebih Baik Antara Sabar Dengan Bersyukur, Hal. 145

Hal ini membuatku berpikir, amal apakah yang terbaik yang bisa dilakukan oleh seorang zakaria?

Setelah kurenungkan, diriku adalah seorang yang Allah SWT berikan ilmu untuk menjadi seorang web programmer, seorang yang membaca blog setiap harinya dan seorang yang gemar berpikir. Mungkin amal yang terbaik bagiku adalah menuliskan pemikiranku di dalam sebuah blog, sehingga orang lain bisa terinsipirasi dengan pikiran-pikiran yang melintas di kepalaku. Setidak-tidaknya mereka bisa mengetahui pendapatku atas sesuatu.

Advertisements